Yoda Taruna – Kebumen

Beranda » Tokoh, Tempat dan Peristiwa » Dimyati Sang Pejuang – Mantan Lurah Kebumen

Dimyati Sang Pejuang – Mantan Lurah Kebumen

Sekolah Teknik / SMP N 7 kebumen bersebelahan dengan bekas Hotel Gajah Mada - Awal masa kemerdekaan menjadi bengkel senjata Negara - masuk dalam Wilayah kelurahan Kebumen

Sekolah Teknik / SMP N 7 kebumen bersebelahan dengan bekas Hotel Gajah Mada – Awal masa kemerdekaan menjadi bengkel senjata Negara – masuk dalam Wilayah kelurahan Kebumen

Setelah berhasil memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, para pejuang bersenjata di Kedu Selatan terus berupaya keras untuk menambah persenjataan yang dimiliki dengan berbagai cara. TKR Batalyon III Resimen Moekahar Kebumen mengetahui bahwa di ACW Bandung terdapat sejumlah alat dan mesin selain senapan, pistol, mitraliur, granat yang tidak atau belum dipindahkan dan tidak dibumihanguskan. Atas saran Kepala Bagian Persenjataan Batalyon Letnan II Iskandar dan saran teknis Letnan II Tirtohoedoyo, maka Mayor Rahmat, bersama Letnan II Iskandar dan Letnan II Tirtohoedoyo pergi ke Bandung untuk mengambil dan memindahkan alat – alat dan senjata ke Kebumen. Mereka dikawal oleh satu kompi pasukan yang dipimpin oleh Kapten Soegondo, Letnan I Dimyati (terakhir Mantan Letnan ; sebagai Lurah Kebumen), dan Letnan Muda Pratedjo. Pemindahan dilakukan dengan menggunakan truk dan kereta api. Mereka berhasil memindahkan beberapa pucuk senjata, 30 mesin bubut, dan sejumlah alat produksi lain. Alat – alat tersebut kemudian dibawa ke kompleks Sekolah Teknik (ST) Kebumen/ SMP N 7 yang masuk dalam wilayah kelurahan Kebumen, untuk melengkapi alat-alat yang telah ada sebelumnya dan selanjutnya digunakan sebagai alat memproduksi senjata, baik senjata tajam maupun senjata api, seperti : pedang panjang (model samurai Jepang), pedang biasa, pistol, pistol mitraliur, kaki Senapan Mesin Ringan dan kaki Senapan Mesin Berat untuk Pasukan Anti Serangan Udar (PASU) 12.7 dan M 2.3. Dengan demikian Batalyon III/Kebumen memiliki bengkel senjata. Senjata – senjata yang dihasilkan digunakan untuk melengkapi persejataan badan perjuangan di Kedu Selatan, agar potensi dan semangat juang meningkat.

Tenaga yang dilibatkan dalam kegiatan produksi senjata terdiri dari :

  • 24 orang Guru Sekolah Teknik Kebumen diantaranya ; Sanoesi, Haroen, Soedjangi, Dalilan, dan Badaruzzaman.
  • 100 orang siswa Sekolah Teknik Kebumen.
  • 200 orang personil yang dipindahkan dari Bandung.
Achmad Dimyati - Mantan Lurah Kebumen

Achmad Dimyati – Mantan Lurah Kebumen

Personil dari Bandung pada umumnya telah berkeluarga. Mereka membawa keluarganya tinggal di Kebumen. Keberhasilan produksi senjata di Kebumen merupakan prestasi yang langka. Namun hal tersebut juga menjadi beban bagi kesatuan tingkat batalyon. Karenanya, bertepatan dengan penandatanganan Persetujuan Linggarjati tanggal 25 Maret 1947, atas pertimbangan Resimen dan Divisi, bengkel senjata Kebumen kemudian diserahkan ke Kementerian Pertahanan RI. Begitu juga dengan personilnya, sebagian besar masuk ke TRI (Tentara Republik Indonesia), termasuk siswa di ST Kebumen. Sedangkan guru ST Kebumen kembali bekerja seperti semula.

ditulis oleh: Ravie Ananda – kebumen2013.com


2 Komentar

  1. […] Oleh: Ravie Ananda artikel ini juga di publikasikan di blog Karang Taruna Yodataruna – Kelurahan Kebumen […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: